Konten Terbaru:
Home » » Dampak Aplikasi Bio-Lec terhadap Kelangsungan Hidup Predator dari Hama Kedelai

Dampak Aplikasi Bio-Lec terhadap Kelangsungan Hidup Predator dari Hama Kedelai

Written By Tepung Mocaf on Kamis, 02 Juli 2015 | 2.7.15

Predator di alam memiliki peran sangat penting untuk menekan populasi hama. Beberapa jenis predator yang berperan penting dalam menekan populasi hama pada pertanaman kedelai antara lain: (1) Oxyopes javanus (laba-laba), yang memiliki banyak jenis hama sebagai mangsanya yaitu hama penggerek polong Etiella zinckenellaHelicoverpa armigeraSpodoptera litura, nimfa instar 2 pengisap polong kedelai Riptortus annulicornisNezara viridula, dan Piezodorus hybneri. (2) Paederus fuscipes yang memangsa telur dan larva Helicoverpa armigera, larva Spodoptera lituraBemisia tabaci, kutu, dan Aphid, (3) Kumbang Coccinella spyang memangsa berbagai serangga dari Ordo Hemiptera, Famili Coccidae, Pseudococcidae, Diaspidae, dan Aphididae.
Bio-Lec merupakan biopestisida yang mengandung cendawan Lecanicillium lecanii (Gambar 1), efektif mengendalikan beberapa hama penting pada pertanaman kedelai, antara lain: hama Riptortus linearis, Etiella zinkenella, Nezara viridula, Bemisia tabaci, dan Spodoptera litura. Keunggulan lain dari Bio-Lec adalah tidak memiliki dampak negatif terhadap kehidupan musuh alami khususnya predator.
Gambar 1. Biopestisida Bio-Lec.
Penelitian aplikasi Bio-Lec dilakukan tahun 2013 di Probolinggo Jawa Timur, dengan perlakuan sebagai berikut: (P1) Bio-Lec + pembawa, (P2) Bio-Lec + perekat, (P3) Bio-Lec + pembawa + perekat, (P4) Bio-Lec, (P5) Insektisida Deltametrin (mingguan), dan (P6) Kontrol (tanpa pengendalian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Bio-Lec tidak berdampak negatif terhadap kelangsungan hidup musuh alami dari kelompok predator.
Gambar 2 menunjukkan bahwa populasi laba-laba O. japanus pada tanaman yang disemprot Bio-Lec dan yang tidak disemprot (kontrol) cukup tinggi, berbeda dengan yang disemprot pestisida, populasi laba-laba lebih rendah. Hal ini karena aplikasi pestisida kimia selain bermanfaat untuk membunuh hama juga memiliki sisi negatif yaitu membunuh musuh alami.
Gambar 2. Populasi O. javanus pada beberapa umur tanaman setelah aplikasi

Populasi kumbang C. repanda lebih rendah dibandingkan dengan populasi predator lainnya. Hal ini disebabkan keberadaan Aphis sp. yang merupakan mangsa utamanya tidak ditemukan pada pertanaman. Secara umum, aplikasi Bio-Lec tidak berdampak negatif terhadap kelangsungan hidup kumbang C. repanda. Hal ini terlihat dari populasi C. repanda yang bervariasi dan tidak berbeda dengan kontrol. Berbeda halnya dengan perlakuan aplikasi pestisida dimana terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Selain itu, hasil pengamatan menunjukkan umur tanaman berpengaruh terhadap populasi hama mangsa C. repanda yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap populasi C. repanda (Gambar 3).
Gambar 3. Populasi C. repanda pada beberapa umur tanaman setelah aplikasi.

Penyemprotan Bio-lec tidak berdampak terhadap kelangsungan hidup tomcat (P. fuscipes). Hal ini terlihat dari populasi tomcat yang cukup tinggi dan pada beberapa umur tanaman populasinya lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang tidak disemprot. Berbeda halnya dengan tanaman yang diseprot pestisida, populasinya cenderung lebih rendah (Gambar 4). Ini menunjukkan selain pada laba-laba dan kumbang, Bio-Lec juga aman untuk tomcat.
Gambar 4. Populasi predator P. fuscipes pada beberapa umur tanaman.
Tantawizal
Sumber: http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/1950-dampak-aplikasi-bio-lec-terhadap-kelangsungan-hidup-predator-dari-hama-kedelai.html
Share this article :

0 komentar:


Tepung Mocaf

Tepung singkong yang dimodifikasi sehingga berkualitas tinggi...

Untuk Pembelian Tepung Mocaf Hubungi
YULIANA
0271-825266

 
Dipersembahkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Jember
Didukung oleh : Universitas Jember | LPDP | BCM
Copyright © 2015. Tepung MOCAF - All Rights Reserved