Konten Terbaru:
Home » » PUI Pangan dan Buah Lokal Dukung Ketahanan Pangan Nasional

PUI Pangan dan Buah Lokal Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Written By Unknown on Rabu, 30 November 2016 | 30.11.16

Ilustrasi Buah-buahan
Jakarta - Pusat Unggulan Iptek (PUI) buah dan produk pangan unggulan Indonesia diorientasikan menjadi salah satu cara untuk mendukung ketahanan pangan. Namun pemasaran produk PUI pangan dan buah yang masih bersifat lokal perlu didorong agar skala pemasarannya meluas di dalam negeri bahkan bisa diekspor ke luar negeri.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Patdono Suwignjo mengatakan, PUI merupakan salah satu upaya kementerian untuk mendukung program ketahanan pangan.

Dari 45 PUI, 16 PUI berkonsentrasi di bidang pangan. Sejumlah PUI itu wajib membuat produk yang bisa diterima pasar atau dikomersialkan. Pepaya Calina yang kemudian tenar dengan sebutan pepaya California salah satu karya PUI. "Kita punya potensi besar namun belum dikelola dengan baik. Kita wajib berpihak ke produk dalam negeri terutama pada produk baru," katanya di Jakarta, Kamis (24/11).

Calon PUI didampingi selama 3 tahun. Bantuan pendanaan yang diberikan bergantung pada riset jenis yang dikembangkannya. Untuk riset skala kecil, bantuan yang diberikan Rp 500-800 juta per tahun selama 3 tahun. Jika PUI mengembangkan produk dengan riset skala besar seperti skuter listrik bantuannya Rp 2-3 miliar per tahun selama 3 tahun.

"PUI juga harus membantu secara cuma-cuma ke pemda yang membutuhkan informasi terkait. Calon wirausahawan juga dapat berkonsultasi untuk mengembangkan bisnisnya," ucapnya.

Direktur Pusat Kajian Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB) Darda Efendi mengatakan, Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB ditetapkan dan dibina menjadi PUI sejak tahun 2013. Varietas tanaman hortikultura yang sudah dihasilkan yakni 7 varietas pepaya, 5 varietas manggis, 8 varietas melon, 5 varietas nanas, 3 varietas pisang dan 1 varietas.

Pepaya California dan jambu kristal pun sudah dikomersialisasi. Saat ini IPB juga sedang mengembangkan cabai, bawang merah dan tomat.

"Bibit pepaya Calina (California) sudah mendorong bertumbuhnya agribisnis pepaya di Indonesia. Bisnis ini mulai memuncak dan petani banyak yang menanam," ucapnya.

Tahun 2015 saja lanjutnya, penjualan benih pepaya Calina mencapai 5000 pack berisi 250 biji per kemasannya. Jika diasumsikan pohon pepaya yang tumbuh sebanyak 50 persen menghasilkan 600.000-700.000 pohon pepaya, nilai rupiahnya mencapai Rp 300-400 miliar.

Selain itu, PUI ini juga mengembangkan varietas manggis yang bisa dihilangkan getah kuning dalam buahnya.



Sumber: beritasatu[dot]com
Share this article :

0 komentar:


Tepung Mocaf

Tepung singkong yang dimodifikasi sehingga berkualitas tinggi...

Untuk Pembelian Tepung Mocaf Hubungi
YULIANA
0271-825266

 
Dipersembahkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Jember
Didukung oleh : Universitas Jember | LPDP | BCM
Copyright © 2015. Tepung MOCAF - All Rights Reserved