Konten Terbaru:
Home » » Cara Meningkatkan Kandungan Pati Ubi Kayu

Cara Meningkatkan Kandungan Pati Ubi Kayu

Written By Tepung Mocaf on Selasa, 26 Mei 2015 | 26.5.15

Tanaman ubi kayu sangat populer di masyarakat, dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi produk makanan lainnya. Selain dikonsumsi, ubi kayu juga digunakan untuk pakan ternak, diolah menjadi tepung cassava, tepung pati, etanol, dan diolah menjadi bahan dasar plastik yang mudah terdekomposisi. Permintaan terhadap ubi kayu sangat banyak dan cenderung meningkat setiap tahun. Sebagian besar (64%) ubi kayu dimanfaatkan untuk makanan, dan sisanya untuk bahan baku industri.
Indonesia merupakan penghasil ubi kayu terbesar ke-4 setelah Nigeria, Brazil, dan Thailand. Luas tanaman ubi kayu di Indonesia tahun 2014 mencapai 1,2 juta hektar, sebagian besar di Lampung (38%), Jawa Timur (16%), dan Jawa Tengah (15%). Saat ini, sebagian besar hasil panen ubi kayu dikirim ke pabrik, dengan salah satu tolok ukur penting yaitu kandungan pati. Kandungan pati ubi kayu beragam tergantung varietas, umur panen, kesuburan tanah, dan kelembaban tanah saat panen.
Cara mendapatkan ubi kayu dengan kandungan pati tinggi adalah sebagai berikut:
    1. Menggunakan varietas unggul dengan kandungan pati tinggi.
    Hingga tahun 2014, terdapat 11 varietas unggul ubi kayu di Indonesia, yaitu Adira 1, Adira 2, Adira 4, Malang 1, Malang 2, Malang 4, Malang 6, Darul Hidayah, UJ-3, UJ-5, dan Litbang UK-2. Umur panen dan kandungan pati varietas unggul ubi kayu disajikan pada Tabel 1. Varietas lokal seperti Lanting, Darma, Armini (banyak ditanam di Jawa Tengah) umumnya mempunyai kandungan pati lebih rendah yaitu antara 14%−18%. Varietas lokal Kaspro dan Lokal Dampit (banyak ditanam di Jawa Timur, terutama di Malang) mempunyai kandungan pati 20%−22%.
    2. Panen pada umur yang tepat.
    Ubi kayu dapat dipanen mulai umur 7 bulan hingga lebih dari 1 tahun tergantung varietas yang ditanam, tetapi umur panen optimal adalah 9−10 bulan. Ubi kayu yang dipanen pada umur 7 bulan mempunyai kandungan pati rendah, dan kandungan pati meningkat bila dipanen pada umur lebih dari 7 bulan. Varietas UJ-5 (di Lampung dikenal dengan nama Kasesart) mempunyai kandungan pati 12,8% bila dipanen pada umur 7 bulan, dan kandungan pati menjadi 14,6%, 18,7%, dan 21,7% bila dipanen berturut-turut pada umur 8 bulan, 9 bulan, dan 10 bulan. Panen yang dilakukan melebihi umur optimal dapat menyebabkan penurunan kandungan pati karena terjadinya fermentasi, sehingga pati berubah menjadi gula.
      3. Bahan tanam.
      Bahan tanam yang digunakan sebaiknya bibit/stek biasa, bukan bibit hasil sambungan. Penggunaan bibit sambung menurunkan kandungan pati sekitar 2% (Tabel 2).
      4. Pemupukan Kalium (K).
      Ubi kayu menyerap unsur Kalium (K) dalam jumlah yang banyak. Untuk menghasilkan umbi 21−30 t/ha, ubi kayu menyerap unsur Nitrogen (N) 87−148 kg/ha, Fosfor (P) 17,6−37,6 kg/ha, dan Kalium (K) 117,0−148,8 kg/ha. Salah satu fungsi unsur K pada ubi kayu adalah untuk pembentukan pati. Pemupukan K pada tanah yang miskin K dapat meningkatkan kandungan pati (Tabel 3), selain juga meningkatkan produktivitas. Pemupukan 60 kg K2O/ha atau 100 kg KCl/ha pada tanah masam di Lampung meningkatkan kandungan pati sebesar 2% pada varietas UJ-3 dan meningkat sebesar 3,7% pada varietas UJ-5 (keduanya dipanen pada umur 7 bulan). Pemupukan 90 kg K2O/ha atau 150 kg KCl/ha meningkatkan kandungan pati varietas Malang 4 sebesar 6,9−7,5%.
      Gambar. Pertumbuhan tanaman dan hasil umbi varietas Malang 4 pada perlakuan pemupukan 200 kg N/ha + 60 kg P2O5/ha + 180 kg K2O.


      Sumber: http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/1896-cara-meningkatkan-kandungan-pati-ubi-kayu.html
      Share this article :

      0 komentar:


      Tepung Mocaf

      Tepung singkong yang dimodifikasi sehingga berkualitas tinggi...

      Untuk Pembelian Tepung Mocaf Hubungi
      YULIANA
      0271-825266

       
      Dipersembahkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Jember
      Didukung oleh : Universitas Jember | LPDP | BCM
      Copyright © 2015. Tepung MOCAF - All Rights Reserved