Konten Terbaru:
Home » » Ubi Kayu Gajah Bikin Kaget Petani

Ubi Kayu Gajah Bikin Kaget Petani

Written By Tepung Mocaf on Selasa, 21 April 2015 | 21.4.15

Petani di Desa Bukti, Kec. Kubutambahan, Kab Buleleng biasa menanam singkong atau ubi kayu disela-sela kebun mereka. Selama ini hasil ubikayu biasa dimanfaatkan sendiri oleh petani untuk makanan pokok dengan cara diolah secara sederhana, yaitu kukus, goreng, atau rebus. Selain itu, mereka juga memanfaatkan ubi kayu sebagai konsentrat pakan sapi.
Ubi kayu yang mereka tanam adalah varietas lokal, dengan hasil panen berkisar antara 0,7 kg sampai 1 kg per pohon, dengan masa panen selama 10 bulan. Pertumbuhan ubi kayu lokal yang biasa ditanam petani memang lambat dan produktivitasnya rendah.
Namun, kini mereka mulai beralih menanam ubi kayu varietas gajah yang di introduksikan oleh tim Pengkajian Model Pengembangan Pertanian Bio-Industri yang dipimpin oleh Ir. Suprio Guntoro. Ubi varietas gajah ini diklaim mempunyai potensi hasil lebih dari 10 kg per pohon dengan masa panen 8 bulan. Kemarin (16/04/15) ubi kayu gajah yang mereka tanam telah berumur 5 bulan.
Karena penasaran dengan hasil umbinya, Made Supartha, seorang petani kooperator di Desa Bukti ingin membuktikan bahwa yang dikatakan oleh Guntoro bahwa hasil umbi ubikayu gajah ini benar – benar seperti “gajah.”
Dibantu oleh penyuluh pertanian setempat, Supartha memanen dini salah satu ubi kayu yang ditanamnya. Supartha takjub bukan kepayang dengan hasil ubi kayu tersebut, karena hanya dalam waktu 5 bulan ubi kayu gajah telah mencapai 5 kg per pohon.
Budidaya ubi kayu varietas gajah dalam Pengkajian Model Pengembangan Pertanian Bio-Industri merupakan salah satu komponen teknologi dalam kajian ini. Model ini merupakan langkah untuk menciptakan suatu model usahatani yang lebih efisian dan menguntungkan melalui pemanfaatan sumber daya lokal sebagai “input” sehingga dapat menekan “input” dari luar. Model ini juga berorientasi pada industrialisasi dengan menekankan teknik biologis dalam berbagai tahap proses produksi.
Dengan pendekatan ini maka proses pengolahan produk-produk utama maupun hasil samping/limbah dilakukan secara optimal oleh petani, sehingga akan meningkatkan nilai tambah dan sumber pendapatan serta menciptakan banyak lapangan kerja Disisi lain petani menjadi lebih mandiri dari aspek penyediaan sarana produksi, sehingga usahatani menjadi lebih efisien.
“Tahun 2015 ini merupakan tahap pertama pengenalan model pertanian bio – industri di Provinsi Bali, pada tahap awal telah dilakukan identifikasi potensi dan masalah usahatani rumah tangga petani, lalu dilanjutkan dengan perbaikan teknologi budidaya tanaman dan ternak.” Ujar Guntoro menegaskan konsep bio Industri pada petani.
Ubi kayu ini ke depan akan diolah menjadi tepung modifikasi ubi kayu atau secara umum dikenal dengan Mocaf (modified cassava flour), sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan dapat dijual dengan harga lebih mahal.

Sumber: http://bali.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=575:ubi-kayu-gajah-bikin-kaget-petani&catid=51:info-aktual&Itemid=81
Share this article :

0 komentar:


Tepung Mocaf

Tepung singkong yang dimodifikasi sehingga berkualitas tinggi...

Untuk Pembelian Tepung Mocaf Hubungi
YULIANA
0271-825266

 
Dipersembahkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Jember
Didukung oleh : Universitas Jember | LPDP | BCM
Copyright © 2015. Tepung MOCAF - All Rights Reserved