Konten Terbaru:
Home » » BUDAYA PANGAN ANAK SINGKONG DALAM HIMPITAN MODERNISASI PANGAN: Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kampung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat

BUDAYA PANGAN ANAK SINGKONG DALAM HIMPITAN MODERNISASI PANGAN: Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kampung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat

Written By Tepung Mocaf on Minggu, 22 Maret 2015 | 22.3.15

Amir Fadhilah 
Staf Pengajar  Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora  Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Email : fadhi_uin@yahoo.com



Abstrak

Perspektif budaya memandang makanan bukanlah sesuatu yang dipandang semata-mata berhubungan dengan aspek fisiologis dan biologis manusia melainkan secara menyeluruh terserap dalam suatu sistem budaya pangan. Sistem budaya pangan (makanan) mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan yang di dalamnya tersirat pemenuhan kebutuhan manusia- -primer, sosial, dan budaya dalam rangka melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakatnya, Tradisi kuliner berbasis pangan lokal merupakan bentuk kearifan local sebagai gambaran pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosial budaya dalam mengkonsepkan makanan, fungsi sosial makanan di tengah-tengah himpitan dan pengaruh modernisasi pangan dari budaya luar.

Pendahuluan Indonesia memiliki keragaman budaya sebagai akibat dari keragaman suku bangsa yang mendiami kawasan ini. Budaya tersebut mencakup sistem teknologi tradisional, adat istiadat, dan sebagainya. Di antara keragaman itu, salah satu hasil budaya yang menarik adalah keragaman jenis makanan. Dalam konteks ini ha-hal yang berkaitan dengan bahan makan dan pengolahannya tidak dapat dipisahkan dari sistem kepercayaan dan sistem sosal budaya, 
seperti halnya yang terjadi pada masyarakat Bali yang mash memandang ‘konsep budaya tri hita karana’, yang memandang tanam-tanaman baik untuk bahan pangan maupun upakara merupakan sesuatu yang bermakna religius dan gambaran kearifan lokal adat masyarakat (Arif, 2008). Demikian juga pada kebanyak kebudayaan lainnya yang memandang tanaman pangan  sebagai bagian dari kearifan lokal yang berbasis pada sistem kepercayaan seperti pada masa lalu masih adanya keyainan pada Dewi Sri yang 
12 Al-TurĂ¢s: Vol. XX No.1, Januari 2014 menyimbolkan kesuburan dan kesejahteraan boga. Meskipun  masyarakat  mengalami perubahan sosial yang sangat luar biasa, tradisi atas boga dan husada sampai sekaran masih melekat pada masyarakat.

selengkapnya... download file pdf
Share this article :

0 komentar:


Tepung Mocaf

Tepung singkong yang dimodifikasi sehingga berkualitas tinggi...

Untuk Pembelian Tepung Mocaf Hubungi
YULIANA
0271-825266

 
Dipersembahkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Jember
Didukung oleh : Universitas Jember | LPDP | BCM
Copyright © 2015. Tepung MOCAF - All Rights Reserved