Dalam sambutannya, Rano menyampaikan harapannya agar Rakor itu dapat memperkuat hubungan kerjasama antara Pemprov Banten dan kabupaten/kota dalam pemantapan ketahanan pangan. Rakor juga harus dimanfaatkan untuk membahas masalah ketahanan pangan sekaligus menyamakan persepsi dalam pengamanan ketahanan pangan di Provinsi Banten.“Selain itu rakor ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan pimpinan daerah guna mendorong terwujudnya kedaulatan dan kemandirian pangan di Provinsi Banten,” ujar Rano Karno.
Pada kesempatan tersebut Plt Gubernur mengharapkan kepada Kepala BKPP Provinsi Banten selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Banten untuk segera menyusun rencana aksi dalam rangka pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Banten.Plt Gubernur juga mengharapkan agar program diversifikasi pangan lebih gencar disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai media, dengan titik berat kepada pembangunan bahan baku pangan lokal.
Pada kesempatan tersebut, Achmad Subagio memaparkan tentang telah terjadinya perubahan budaya pangan nasional ke arah penyeragaman pola pangan yang membahayakan kedaulatan pangan nasional. Salah satu strategi mengatasi hal tersebut adalah dengan diversifikasi pangan, salah satunya dengan mengembangkan tepung MOCAF dari singkong sebagai bahan pangan pokok disamping beras dan gandum. Subagio juga mengutarakan dampak positif dari diversifikasi yang mendorong terjadinya pembangunan inklusif dengan meratanya pembangunan pada daerah-daerah marginal. Khusus untuk Provinsi Banten, Subagio memberi saran untuk lebih memfokuskan pembangunan Kabupaten Lebak dan Pandeglang pada penciptaan nilai tambah produk pertanian di daerah setempat.
Sementara itu Kepala BKPP Provinsi Banten M Agus Tauhid dalam laporanya mengatakan perlunya diadakan Rakor Dewan Ketahanan Pangan untuk menghasilkan rumusan kebijakan dalam mewujudkan ketahanan pangan provinsi dan kabupaten/kota, khusunya untuk mensukseskan program diversifikasi pangan dengan menurutsertakan masyarakat.
(Sumber: Bantenpos.co)
0 komentar: